INFO GHAZI

Kopi Pagi Ning Rina


Hari masih gelap ketika mas IG berangkat ke pantai Ria Kenjeran. Jaraknya sekitar 30 menit dari rumah tempat tinggal mas IG. Namun semangat untuk menikmati secangkir kopi hangat di pagi hari membuat kaki ini tetap mengayuh sepeda ontel pemberian istri. Walaupun sedikit gerimis tetapi tidak menghalangi langkah mas IG untuk mendapatkan kopi hangat buatan ning Rina.

Assalamu'alaikum pecinta kopi,
Adzan subuh baru saja berkumandang. Selepas menunaikan shalat dan mendengarkan kuliah subuh di musholla, mas IG  langsung bergegas pulang dan segera berganti pakaian serta mengenakan jaket kesayangan dan jam tangan lalu berangkat dengan menggunakan sepeda ontel. Lama sekali pingin punya sepeda ontel tapi belum sempat terwujud. Yaa,...mungkin Allah mengabulkan keinginan mas IG melalui istri dalam bentuk kejutan terimakasih (istilah sang istri). "Hadiah apa ini ?" Tanya mas IG pada istri. "Hadiah, karena njenengan (Kamu, bahasa jawa,red) sudah menjadi suami dan ayah yang baik bagi aku dan anak-anak" kata istri mas IG. "Aduuhh, kalimat itu lagi." Timpal mas IG pada istri. Kita tinggalkan cerita ini dan kembali ke kopi hangat pagi hari buatan ning Rina. Memburu waktu untuk secangkir kopi hangat pagi hari buatan ning Rina sifatnya "segera" karena jika kesiangan sedikit saja, mereka yang duduk berjejer sudah memenuhi tempat duduk yang disediakan ning Rina. Sebenarnya mas IG sendiri juga heran dengan kopi buatan ning Rina ini. Kopi seperti pada umumnya kopi, gulapun begitu tidak ada bedanya dengan gula yang dijual di pasaran, gelas, piring kecil sama juga, tetapi rasanya itu yang membuat mas IG jatuh hati. Apa ya rahasianya sampai-sampai kopi buatan ning Rina ini terasa nikmat ?

Sesampai di lokasi, setelah parkir sepeda ontel, langkah ini serasa tertarik dengan cepat menuju kedai ning Rina. Ibarat magnet saat kutub utara bertemu dengan kutub selatan, yaa begitulah langkah kaki mas IG. Pantai Ria Kenjeran tampak indah saat pagi, sejenak mas IG tinggalkan pemandangan indah itu. Mas IGpun bergegas memesan kopi ning Rina. "Ning, kopi hitam spesial seperti biasanya!!!" Teriak mas IG ditengah kerumunan orang yang juga antri di kedai ning Rina. "Iya mas, ditunggu ya!!!" saut ning Rina. Tak lama kemudian kopi mas IG siap untuk dinikmati. Mas IGpun membawa secangkir kopi itu ke tepi pantai dengan ditemani dua bungkus roti tawar yang telah disiapkan istri dari rumah. Mas IG melanjutkan untuk menikmati karya indah ciptaan Tuhan dengan secangkir kopi hitam dan dua bungkus roti tawar. Angin pantai yang hembusannya sampai merasuk ke pori-pori membuat mas IG harus mengencangkan jaket yang sempat dibuka tadi. "Masha Allah, ni'mat benar kopi ning Rina ini, suasana pantai yang dingin karena angin pantai ditambah dengan kopi panas ning Rina serasa menambah pengalaman terindah di minggu pagi ini" Gumam mas IG.

Ombak pantai yang tenang menambah susana ni'mat suasana pagi di pantai tidak bisa dihindari.
Seorang pedagang jajanan menghampiri mas IG, "jajan mas !!!" tawarnya pada mas IG. "ada sukun mbak ?" tanya mas IG. "Ada mas, mau berapa ?" Balas si pedagang. "Minta dua ya mbak!!!" jawab mas IG"

Denyut nadi perekonomian di pantai Ria Kenjeran ini kembali hidup setelah mati suri beberapa tahun. Pantai Ria kenjeran salah satu destinasi wisata yang terlupakan di kota Surabaya. Kebanyakan dari masyrakat kota Surabaya lebih senang berjalan-jalan di mall dengan berkeliling mall dan terkadang sampai melupakan shalat. Udik, jika tidak pernah masuk mall, adalah anggapan sebagian besar warga kota Surabaya. Hhhhhmmmm, kalau mas IG siihh ga peduli yang penting dapat menikmati secangkir kopi ning Rina dan ditemani ombak pantai yang gemulai.

Belumlah seperempat cangkir kopi tersisa, tiba-tiba mas IG terpikirkan untuk mengambil beberapa gambar indah pemandangan pantai Kenjeran. "Ning...titip kopiku yaa!!!" teriak mas IG pada ning Rina. "iya mas" balas ning Rina. Mas iGpun mengambil beberapa gambar yang menurut mas IG indah dengan berbekal kamera ponsel. Sesaat setelah selesai mengambil gambar, mas IG kembali ke tempat semula untuk menikmati secangkir kopi.

Waktu saat ini sudah menunjukkan Pk. 06.00 WIB. Mas IG menghampiri ning Rina dan mengajaknya ngobrol. "Asik juga obrolan kami berdua" kalimat yang muncul dalam benak mas IG. Kami berdua larut dalam obrolan yang nyambung antara mas IG dan ning Rina, tapi terkadang obrolan kami terpotong karena ning Rina harus melayani pembeli.

Asiknya ngobrol dengan ning Rina membuat mas IG lupa waktu, terkejut saat melihat jam yang sudah menunjukkan Pk. 07.15 WIB. "Berapa ning ?" tanya mas IG pada ning Rina. Setelah menyebutkan harga mas IG langsung menyerahkan uang untuk membayar sambil berpamitan. Sesegera mungkin mas IG pulang, karena minggu ini adalah jadwal putri mas IG kursus renang. Mengayuh sepeda sambil memikirkan obrolan yang terjadi diantara mas IG dan ning Rina tadi membuat mas IG berfikir bahwa ning Rina adalah seorang yang baik, kuat dan tabah untuk menjalani hidup ini.

Baca Juga

Dilain waktu akan mas IG posting disini ya isi dari obrolan bersama ning Rina yang tentunya sudah dapat izin dari yang empunya kisah. Terima kasih ning Rina untuk pengalaman pagi yang menyenangkan, terima kasih juga sudah menemani mas IG untuk menikamati secangkir kopi buatan ning Rina sendiri.

Attention, please: All advertisements on this site are entirely from the service of the ad provider, if there are advertisements that are not polite or not pleasing to be displayed then it is beyond our control, Please be treated wisely. Please Read Privacy Policy

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments