INFO GHAZI

ADK - Anak Dan Kopi


Salah satu cara mendidik yang tidak sehat adalah melarang anak-anak minum kopi, Kopi bagi anak-anak sangat tidak dianjurkan dan muncul anggapan bahwa jika anak minum kopi nanti akan menjadi bodoh. Benarkah demikian ??? Yuuk kita bahas kawan....!!!

Assalamu'alaikum kawan,
Kita ngopi lagi yaa...🍵 .....

Kopi adalah minuman yang mengandung xanthin alkaloida merupakan bagian yang terkandung didalam kafein dan memiliki sifat mengaktifkan atau menstimulasi psikis (psychoactive) terhadap sistem saraf pusat atau otak. Badan Obat dan Makanan Amerika (FDA) menggolongkan kopi sebagai minuman aman (safe food substance). Kopi dimanfaatkan untuk aneka jenis minuman "smart drink" dan "energy drink" karena dengan mengkonsumsi kopi membuat kita lebih semangat dan bisa mengatasi rasa kantuk serta meningkatkan kinerja otak.

Pada takaran tertentu kopi juga meningkatkan endurance. Disamping itu kandungan didalam kopi bersifat meluruhkan cairan tubuh (diuretic).

Baca juga :

Takaran kopi yang sama tidak memberikan efek yang sama pada setiap orang. Ada orang yang amat sensitif terhadap kopi, ada juga orang yang jika tidak minum kopi sehari rasanya ada yang kurang 😝.

Sebagian orang mungkin tidak bisa tidur setelah minum kopi dan ada yang tetap bisa tidur walaupun sudah habis  2 cangkir kopi 😆😆😆.

Kopi merupakan minuman yang masuk dalam kategori candu dengan skala yang sangat kecil sehingga jika seseorang berhenti minum kopi tidak sampai melukai tubuh atau menderita fisik yang berlebihan seperti pecandu Psikotropika. Withdrawal atau efek berhenti minum kopi diantaranya nyeri dikepala, gelisah kehilangan konsentrasi, mudah mengantuk dan cepat merasa lapar bila satu sampai dua hari tidak minum kopi (bagi yang sudah ketagihan yaa kawan).

Tapi di sisi lain, kopi bisa menaikkan tekanan darah dan berpengaruh terhadap pembuluh darah otak. Secangkir kopi memberikan sekitar 300-400 miligram kafein, pada tubuh manusia takaran yang dibutuhkan untuk efek tahan kantuk -+400mg kafein.

Efeknya Pada Anak
Tidak ada yang salah dengan kopi. Efek kopi pada anak sama saja dengan yang terjadi pada orang dewasa, jika melihat zat-zat stimulansia yang terkandung didalamnya dan tidak mau menimbulkan efek candu atau ketagihan maka sebaiknya jangan sentuh, cicip dan minum kopi mulai saat ini 😀. Karena jika ketagihan, keluhan tidak nyaman akan kita rasakan saat berhenti minum kopi.

Tanpa kita sadari sebenarnya anak-anak sudah terpengaruh oleh zat-zat yang sama dengan kopi, seperti seperti soda atau cola dan coklat. Begitu banyak merk minuman yang dijajakan di sekolah-sekolah, yang juga termasuk  "energy drink" atau "smart drink", dan efeknyapun sama dengan kopi.

Di dunia medis, kafein sering ditambahkan dalam racikan obat atau obat paten karena efek sinergiknya, seperti obat peredam rasa nyeri yang jika dicampur dengan kafein akan memberikan efek yang lebih kuat. Pengaruh lain pada anak dari minuman yang SEJENIS kopi ini akan membuat anak menjadi hiperaktif atau yang biasa kita kenal dengan sebutan hyperactivity.

Dosis dan Batasan Usia
Anak-anak atau remaja mengonsumsi kafein sebenarnya boleh-boleh saja. Di Indonesia belum terdapat batasan konsumsi kafein yang diperbolehkan. Berikut ini batasan dosis dan usia pada anak yang ingin mengkonsumsi kopi menurut Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat (The American Academy of Pediatrics)

Batasan Dosis dan Usia Pada Anak
No Usia Anak Dosis
1 4 - 6 tahun 45mg
2 7 - 9 tahun 62,5mg
3 10 - 15 tahun 85mg
4 15 - 18 tahun < 200mg


kopi hitam seperti espresso, cappuccino, dan latte diatas 200mg disarankan baru boleh diminum oleh remaja usia > 18 tahun.

Anak yang minum kopi sebenarnya tidaklah menjadikan anak bodoh atau membahayakan kesehatannya seperti anggapan kebanyakan orang, asalkan dengan takaran dan dosis yang tepat serta tidak terlalu sering mengkonsumsinya.


Terms of CeritaGhazi :
  • anak minum kopi
  • bahaya kopi untuk anak
  • kapan anak boleh minum kopi ?
  • bahaya sering minum kopi
  • kafein untuk anak
  • ADK - Anak Dan Kopi

Attention, please: All advertisements on this site are entirely from the service of the ad provider, if there are advertisements that are not polite or not pleasing to be displayed then it is beyond our control, Please be treated wisely. Please Read Privacy Policy

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments