INFO GHAZI

Seberapa Dekat Kita Dengan Anak-anak ?


Masa kecil adalah masa yang penuh kebahagiaan, masa yang hanya bisa meminta sesuatu pada orang tua jika kita membutuhkannya.

Assalamu'alaikum,
Masa kecil adalah masa yang menyenangkan, masa yang didalamnya terdapat kecerian, keindahan dan canda tawa yang dibungkus oleh kasih sayang orang tua. Masa yang tidak akan terlupakan dan tak akan terulang, Masa kecil itu membuat kita ingin tersenyum atau mungkin tertawa terbahak- bahak jika mengenangnya. Mengingat saat-saat bermain dengan teman-teman membuat kita seakan kembali pada masa itu dan tertawa sejadi-jadinya ketika melihat tingkah lucu mereka, serta tersenyum saat ingatan ini mengarah ke nasehat yang kita terima dari orang tua.

Ibuuu, baju sekolahku manaa ?
Ibu ambilkan aku makan, aku lapar !!
Ibu ambilkan ini, ambilkan itu...
ayah buatkan ini, buatkan itu...

Mungkin itu adalah contoh kalimat yang sering kita ucapkan pada orang tua saat masih kecil. Tetapi kawan, pernahkah terlintas dipikiran kita untuk mengucapkan kata tolong saat meminta sesuatu dan mengucapkan terima kasih jika kita sudah mendapatkan sesuatu dari orang tua kita ? Jika tidak pernah, apakah itu salah kita ataukah salah orang tua kita ? Tidak... Tidak ada yang salah dalam hal ini, saya yakin jika orang tua saya dan orang tua kawan-kawan sudah mengajarkan hal-hal yang terbaik bagi kita, hanya saja kita sering kali tidak menghiraukan nasihat dan perkataan mereka, "berarti sebagai anak, saya dong yang salah ?" tidak juga, masa anak-anak adalah masa yang bertindak tanpa menggunakan logika, masa yang dimana kita belum bisa membedakan ini salah dan ini yang benar, ini berbahaya dan ini aman. Sekarang kita tinggalkan masa kecil kita sejenak ya kawan, dan mari dilihat diri kita masing-masing karena saya dan kawan-kawan sudah menjadi orang tua bagi anak-anak kita. Dan kitalah yang wajib membimbing dan membekali mereka dengan Iman dan Ilmu, dengan cinta dan sayang. Beritahukan pada mereka jika ayah dan bunda menyayangi mereka,  tunjukkanlah bahwa kita memang benar menyayangi mereka lewat perilaku kita yang sebagai teladan dihadapan anak-anak kita. Teramat lembut perasaan mereka, sangatlah lugu pemikiran, tingkah dan ucapan mereka dan semua itu akan hilang serta membekas pada anak-anak kita saat terluka perasaannya baik dengan perilaku ataupun ucapan kita sebagai orang tua.

"Alya tolong ambilkan buku itu ya sayang !"
"Alya tolong tas sekolahnya diletakkan ditempatnya ya !"
Tolong,....awali dengan kata tolong untuk meminta anak-anak kita melakukan sesuatu.

"Terima kasih cantik, Alya memang anak baik"
"Terima kasih ya sayang... anak cerdas."

Kata terima kasih dan pujian, inilah yang akan membuat anak kita merasa senang karena telah berbuat sesuatu yang baik. Pujian kepada anak kita adalah bentuk penghargaan kecil yang bisa kita berikan bagi mereka untuk membangkitkan rasa percaya diri mereka. Sederhana ... memang sederhana, tetapi dampaknya kepada anak sangatlah besar bagi perkembangan mereka kata pujian ini.

Baca juga :


"Ghazi anak yang baik dan cerdas, ayo cuci kaki, cuci tangan serta gosok gigi lalu tidur ya, anak ayah dan bunda inikan calon dokter"

Memberikan pujian sebelum meminta anak-anak kita melakukan sesuatu sekaligus sisipi dengan doa dan harapan kita sebagai orang tua adalah tindakan yang tepat. Kata TOLONG, TERIMA KASIH dan PUJIAN merupakan contoh kecil ucapan kita bagi anak untuk membangkitkan rasa percaya diri mereka. Bukan hanya dengan ucapan baik dan santun yang kita berikan pada mereka anak-anak kita tetapi dengan perilaku yang dapat memberikan teladan bagi mereka, diantaranya :

  • Perbanyak canda tawa, bermain dan bercerita dengan anak-anak;
  • Peluklah mereka dan berikan belaian lembut padanya;
  • Berikanlah kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu (dengan pengawasan);
  • Ajari dan biasakan mereka melakukan aktivitas sehari-hari.

Perbanyak canda tawa, bermain dan bercerita dengan anak-anak
Kegiatan ini adalah kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas kedekatan kita dengan anak-anak, di era milenium ini banyak orang tua asyik dengan dunianya sendiri dengan gadgetnya dengan kesibukan pekerjaannya. Para ahli dan psikolog mengungkapkan bahwa anak yang diasuh oleh orang tua yang sering kali sibuk dengan dunia mereka sendiri, khususnya dunia gadget, akan membuat anak mudah kehilangan fokus. Orang tua yang sering kali bermain smartphone saat bermain bersama anak, hal ini akan membuat anak kurang konsentrasi, kurang percaya diri dan kurang perhatian.

Peluklah mereka dan berikan belaian lembut padanya
Di buku The Miracle of Huge, Melly Puspita Sari mengatakan :

Memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari dapat  memberikan energi sehingga anak bisa beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya. 
Dalam psikologi klinis menujukan bahwa pelukan antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak anak, merangsang produksi hormon dan oksitosin yang memberikan perasaan tenang dan bahagia serta membantu mengeluarkan zat berbaya dari otak.  Dalam bukunya ‘The Hug Therapy’, psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa pelukan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak.

Berikanlah kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu (dengan pengawasan) Dr Stafford  dalam hasil penelitiannya dan dipublish The Journal of Positive Psychology mengatakan :

orangtua yang terlalu mengekang anak dapat membuatnya tak bisa memiliki kontrol terhadap keadaan psikologisnya. Anak tidak bisa mengambil keputusan karena selalu dilarang orang tua dan tidak memiliki privasi akibat orang tua yang selalu ingin ikut campur.

Ajari dan biasakan mereka melakukan aktivitas sehari-hari
Selain bermain, bersenda gurau dan bercerita dengan mereka kitapun harus membiasakan anak-anak kita untuk melakukan kegiatan rutinnya sehari-hari dengan mengajarkan displin, seperti meletakkan sepatu ditempatnya, berdoa sebelum makan, cuci tangan dan kaki sebelum tidur, ucapkan salam ketika akan masuk atau keluar rumah dan lain-lain.

Kawan, bertutur kata yang santun pada anak kita, ucapkan kata tolong, terima kasih serta memberikan pujian dan berperilaku yang dapat dijadikan teladan adalah upaya kita untuk membentuk karakter anak dan bentuk kasih sayang kita kepada mereka. Jadi.... Seberapa Dekat Kita Dengan Anak-anak ?


Incoming Terms CeritaGhazi :

Attention, please: All advertisements on this site are entirely from the service of the ad provider, if there are advertisements that are not polite or not pleasing to be displayed then it is beyond our control, Please be treated wisely. Please Read Privacy Policy

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments