INFO GHAZI

Review - Habis Gelap Terbitlah Terang - Ibu Kartini



Daripada  mati  itu  akan  tumbuh  kehidupan  baru.
Kehidupan  baru  itu  tiada  dapat  ditahan-tahan,
dan  meskipun  sekarang  dapat juqa  ditahan-tahan,
besoknya  akan  tumbuh juga  dia,  dan
hidup  makin  lama makin  kuat  makin  teguh.

.::dikutip  dari surat  Kartini  yang  tiada diumumkan::. 




Raden Ajeng Kartini, sosok wanita sederhana yang tidak pernah mengeluh, penuh semangat dan selalu menyingkirkan segala egonya. Siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini, salah seorang wanita tidak mengenal lelah dalam memperjuangkan hak dan kepentingan kaumnya. Sungguh wanita yang selalu bersemangat untuk menyeruhkan persamaan hak antara kaum wanita dan pria.

Bukan dengan senjata ataupun kepandaian beladiri yang beliau gunakan untuk berjuang di Negeri ini, bukan pula dengan pangkat dan jabatan, tetapi melalui ketrampilan yang beliau miliki, kehangatan saat membimbing kaum wanita, dan dengan cinta serta rasa sayang pada negeri inilah yang membuat beliau terus berjuang bagi negeri ini.

Kutipan diatas diambil dari buku yang berjudul HABIS GELAP TERBITLAH TERANG yang judul aslinya (dalam bahasa Belanda) Door Duisternis Tot Licht merupakan kumpulan surat - surat beliau yang ditulis dan ditujukan kepada seorang kawannya di negeri Belanda yang dikenal dengan nama Mr. Abendanon.

Lahir di Jepara, 21 April 1879 dari keluarga bangsawan Jawa, yang menempatkan pendidikan modern sebagai kunci kemajuan, ibu Kartini tumbuh sebagai warga dunia yang percaya bahwa pendidikan bagi kaum perempuan adalah kunci penting emansipasi manusia atau paling tidak bagi masyarakat Jawa tempatnya lahir, hidup dan wafat.

Sahabat InfoGhazi kali ini saya ingin review kumpulan surat dari ibu R.A. Kartini yang telah dibukukan, untuk biografinya insya Allah dilain waktu yaa.

Buku ini selain bahasa Indonesia juga diterjemahkan kedalam bahasa Melayu, Jawa dan Sunda yang berisi/menceritakan perjalanan hidup seorang pahlawan wanita ibu R.A Kartini, dan surat-suratnya yang beliau tujukan kepada sahabatnya. Isi dari surat-surat itu adalah tentang cita-citanya untuk memajukan kaum wanita, harapan-harapanya dan perjalanan hidupnya.

Teranglah kiranya semangat yang ada di sekelilingku didalam kalangan keluarganya. Meskipun demikian majunya, tetapi didikan anak-anak perempuan masih sedikit juga. jika dibandingkan dengan anak laki-laki, yang diizinkan belejar sesuka hatinya.

Penggalan curhatan dan kegundahan sang ibunda tergambar dengan jelas tentang batasan kaum wanita pada zamannya, salah satunya adalah PENDIDIKAN, ya... pendidikan. Pada zaman ibu R.A. Kartini anak perempuan (kaum wanita) dilarang untuk bersekolah tidaklah sama dengan kaum lelaki yang dizinkan untuk mengenyam bangku sekolah. 

Pada tahun 1922, oleh Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Armijn Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemah surat-surat Kartini ke dalam Habis Gelap Terbitlah Terang. Ia pun juga disebut-sebut sebagai Empat Saudara.



Pada 1938, buku Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan kembali dalam format yang berbeda dengan buku-buku terjemahan dari Door Duisternis Tot Licht. Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali. Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Ia membagi kumpulan surat-surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Pembagian tersebut ia lakukan untuk menunjukkan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran ibu Kartini selama berkorespondensi. Pada buku versi baru tersebut, Armijn Pane juga mengkerucutkan jumlah surat Kartini. Hanya terdapat 87 surat Kartini dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Penyebab tidak dimuatnya keseluruhan surat yang ada dalam buku acuan Door Duisternis Tot Licht, adalah terdapat kemiripan pada beberapa surat. Alasan lain adalah untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti roman. Menurut Armijn Pane, surat-surat Kartini dapat dibaca sebagai sebuah roman kehidupan perempuan. Ini pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa surat-surat tersebut ia bagi ke dalam lima bab pembahasan.

Sahabat semua, mungkin ini yang dapat saya posting kali ini tentang kegundahan, harapan dan cita - cita sang Ibunda kita Raden Ajeng Kartini.

Editor : Tim Balai Pustaka
Desain Buku : Adsparks Advertising
Konsep Ide : UBS Media Kreatif PT Balai Pustaka
diterbitkan oleh :PT [Persero) Percetakan dan Penerbitan Balai Pustaka


Incoming terms CeritaGhazi :
  • sinopsis novel habis gelap terbitlah terang
  • resensi buku habis gelap terbitlah terang
  • download buku habis gelap terbitlah terang
  • kata kata habis gelap terbitlah terang
  • puisi habis gelap terbitlah terang
  • kutipan buku habis gelap terbitlah terang
  • Habis Gelap Terbitlah Terang - Ibu Kartini


Bagi sahabat InfoGhazi yang ingin versi PDFnya bisa di link berikut :
Habis Gelap Terbitlah Terang - Ibu Kartini

Attention, please: All advertisements on this site are entirely from the service of the ad provider, if there are advertisements that are not polite or not pleasing to be displayed then it is beyond our control, Please be treated wisely. Please Read Privacy Policy

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments