INFO GHAZI

Guruku Hebat Guruku Bermartabat


Guru... Apa yang terlintas di benak kawan-kawan jika saya menyebutkan kata guru ? Sebuah profesi yang dikenal sebagai bentuk pengabdian tanpa mengenal lelah, mengeluh dan seorang pembimbing yang ikhlas bagi siswa siswinya.

Assalamu'alaikum kawan, kali ini saya menulis tentang GURU, karena bertepatan dengan HGN (Hari Guru Nasional) tepatnya hari ini tanggal 25 November 2018. Menurut Wikipedia Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. Mungkin itu definisi guru menurut Wikipedia ya, sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Ya... apapun sebutan atau definisinya bagi saya guru adalah orang yang telah berjasa membentuk kepribadian, sikap, dan merubah perilaku saya dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang nakal menjadi baik.

Kalau ingat masa-masa sekolah dulu dan ingat bapak / ibu guru yang sudah berjasa dalam kehidupanku serasa ingin kembali ke masa itu, dan yang paling saya ingat guru SD adalah bu Sumarni (alma) biasa dipanggil bu Marni, beliau adalah satu-satunya guru yang paling ditakuti oleh teman-teman sekelas 😀 apalagi kalau tidak mengerjakan PR (pekerjaan rumah) aduuuuhh bisa marah ibu guruku tersayang itu, beliau kalau marah yang dipakai sebagai alat pemukul adalah rotan 💓💖 makanya tidak ada yang berani dengan bu Marni termasuk saya 😁.

Jika ngomong masalah hukuman dibandingkan dengan masa sekarang jauh sekali perbedaannya, bagai langit dan bumi. Masa saya sekolah dulu siswa / siswi yang tidak mengerjakan PR hukumannya rotan 💓💗 kalau sekarang jangankan dipukul dengan rotan ... dicubit sedikit saja sudah main lapor ke polisi 🙈, itulah potret pendidikan di negeri kita tercinta ini. Sedikit mengutip pidato dari bapak MENDIKBUD saat upacara peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2018,
Guru sebagai ujung tombak yang selalu semangat untuk terus membangun peradaban bangsa sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu, berkarakter, bermoral dan berakhlak yang baik serta mampu bersaing dalam kancah pergaulan global.
Kalau mendengar pidato bapak menteri rasanya merinding karena isi dari kalimatnya itu, memang tanggung jawab guru bukan hanya mengajar di kelas saja tetapi juga membimbing siswa siswinya agar kelak menjadi manusia yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Miris juga hati ini kalau lihat gambaran siswa siswi yang ada di medsos (media sosial) yang begitu beraninya melawan seorang guru di kelas, atau orang tua (wali murid) yang bersikap kasar karena anaknya dicubit di sekolah tanpa mempertanyakan penyebabnya, hhmmm.... ini contohnya :


Inilah abdi seorang guru, pengabdian yang tidak ada henti dan seluruhnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Baikalah kawan-kawan kita tinggalkan pembahasan diatas yaa, sekarang kita lihat yuukk tiga organisasi besar yang menaungi guru-guru yang ada di Indonesia

Baca juga :




Saat ini banyak organisasi yang dibentuk untuk mendengarkan aspirasi para guru, tetapi di postingan ini saya tulis tiga saja ya 😊, diantaranya PGRI, IGI dan PGMI

  • PGRI
Persatuan Guru Republik Indonesia adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda, pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

  • IGI
Ikatan Guru Indonesia adalah organisasi pendidikan yang beranggotakan guru, dosen, dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009

  • PGM
PGM Indonesia di bentuk pada tanggal 23 Juli 2008 di Jakarta serta dideklarasikan pada tanggal 24 Juli 2008 di Aula Pandansari, Cibubur Jakarta dengan dihadiri oleh 1.260 guru madrasah. Dalam perkembangan selanjutnya Persatuan Guru Madrasah Indonesia yang disingkat PGM Indonesia mengubah nama menjadi Perkumpulan Guru Madrasah yang disingkat PGM berdasarkan hasil Musyawarah Nasional II Persatuan Guru Madrasah yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2012 di Taman Wiladatika, Cibubur.

Diakhir postingan ini saya hanya bisa haturkan salam hormat kepada semua bapak/ ibu guru se Indonesia yang telah membimbing putra putri kami untuk menjadi manusia yang lebih baik kedepannya, terima kasih juga bapak ibu guruku untuk seluruh ilmu yang telah kau ajarkan pada kami semua, engkau adalah guruku dan teladanku, tetaplah menjadi guruku hebat guruku bermartabat .

Saya mohon maaf jika pada postingan kali ini ada link youtube yang menayangkan perilaku siswa kepada gurunya, jika ada yang tidak berkenan silahkan hubungi saya di menu Contact Us , nanti link tersebut saya hapus.



Incoming terms CeritaGhazi :

Attention, please: All advertisements on this site are entirely from the service of the ad provider, if there are advertisements that are not polite or not pleasing to be displayed then it is beyond our control, Please be treated wisely. Please Read Privacy Policy

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments